SALONAMADOR.COM
Ultimate magazine theme for WordPress.

Jangan Anggap Remeh, Baper Ternyata Bisa Sebabkan Stroke!

0 81

Jangan Anggap Remeh, Baper Ternyata Bisa Sebabkan Stroke! – Istilah baper, bawa perasaan, populer sekira akhir 2014. Secara bebas kita memaknainya terlalu diambil hati. Baper dapat pula dimaknai dengan overthinking, alias berlebihan dalam berprasangka. Tak heran jika kebiasaan baper maupun overthinking telah memakan korban sejak lama.

Baper dalam konotasi negatif diawali dengan perasaan hati yang tak nyaman. Kebiasaan kita berpusat pada hal-hal negatif dan sulit melupakan hal-hal buruk membuat kita mudah sakit hati. Sakit hati berlarut-larut dapat menimbulkan stres.

Ingin punya ponsel baru, uang belum cukup. Kemudian melihat orang lain beli ponsel, kita stres. Lalu membandingkan gaji sendiri dengan penghasilan orang lain. Merasa paling miskin, paling hina di dunia. Padahal banyak orang yang mungkin tinggal tak jauh dari kita, sekadar untuk makan saja kesulitan.

Jatuh cinta pada seorang kenalan. Belum sempat menyampaikan, ia sudah jalan dengan orang lain. Kita stres. Menuduh orang lain licik, mendahului, pura-pura baik, dst. Padahal diri sendiri banyak kekurangan, yang orang lain tidak tahu.

Dari Stres ke Penyakit Berbahaya

Stres yang kita alami, mulanya hanya menimbulkan flu dan demam, yang kita tak mengira bahwa itu adalah salah satu efek stres. Sampai kemudian beralih ke hipertensi, lalu stroke. Sampai sejauh itu pun, yang kita kambinghitamkan adalah makanan dan polusi. Padahal bisa jadi pikiran yang tak tenanglah sumber masalahnya.

Seperti dilansir cnnindonesia.com (12/1/17), stres berhubungan langsung dengan penyakit jantung dan stroke. Kaitan tersebut berpusat di area otak bernama amygdala, yang memang bertanggung jawab menanggulangi stres. Amygdala adalah kelompok saraf berbentuk almond yang bertanggung jawab mengatur emosi, rasa takut, kecemasan, kesenangan, dan stres.

Lebih jauh, selain menyebabkan stroke, stres bahkan dapat menyebabkan peradangan usus, diabetes, dan kanker. Semua penyakit tersebut secara perlahan disebabkan melemahnya imunitas tubuh terhadap virus. Dari sekadar flu, berujung pada penyakit berat. Hanya karena terlalu baper.

Baper Juga Bisa Sebabkan Covid-19

Tak perlu dijelaskan panjang lebar. Kita sama-sama sudah tahu bahwa dalam menghadapi virus Corona yang sekarang masih merajalela, faktor utama yang bisa dilakukan adalah meningkatkan imunitas.

Stres adalah salah satu dan yang paling berperan besar dalam memicu lemahnya imun seseorang. Itulah sebabnya WHO mengimbau masyarakat agar tak terlalu banyak membaca atau menonton berita buruk seputar covid-19, untuk menghindari stres. Tentunya dengan tetap waspada, alih-alih malah jadi lalai.

Cara Sederhana Mengusir Baper

Mengetahui begitu besar risiko yang didapat dari kebiasaan baper, cobalah untuk menerima keadaan diri, orang lain, dan lingkungan. Dunia ini ada yang mengatur. Perputaran planet yang begitu banyak saja bisa di-handle oleh Pencipta, apalagi cuma urusan manusia yang tak sampai 1% ukuran planet bumi.

Berpikir positif adalah satu-satunya jalan membebaskan diri dari stres. Jika masih kesulitan mengambil hikmah dari apa yang terjadi, mungkin saatnya mengabaikan masalah. Caranya bisa dengan traveling, menonton film, atau dengan alternatif termurah; membaca buku.

Tak harus membeli, kamu bisa meminjamnya di perpustakaan. Bahkan perpustakaan digital pun sudah banyak tersedia dan bisa diakses dari ponselmu. Kadang-kadang solusi itu tidak perlu dicari, ia akan datang sendiri tanpa disadari.

Satu aktivitas lagi untuk membebaskanmu dari derita baper. Namanya kontemplasi, atau perenungan. Sebelum tidur, cobalah memutar kembali waktu dalam imajinasimu. Bayangkan masa kecil yang indah, tumpukan masalah lampau, lalu lihatlah bagaimana waktu menyelamatkanmu hingga ke saat sekarang. Lalu bandingkan sekiranya pada bulan atau tahun-tahun mendatang, jatah hidup kita telah usai.

Lihat bagaimana orang-orang mengurusi jenazahmu, lalu hidup mereka terus berjalan. Di situ kamu akan menyimpulkan, alangkah pendeknya waktu. Sayang hanya untuk diisi dengan tumpukan rasa sakit hati.

Leave A Reply

Your email address will not be published.